Malam ini secara sengaja aku membaca tulisan-tulisanmu yang kamu simpan di laptop milikmu. Tulisa-tulisan yang lebih sering menjadi teman dekatmu akhir-akhir ini. Dimana kamu bisa meluapkan semua perasaanmu padanya, bahkan aku merasa iri karna justru dia yang lebih dulu tau tentang isi hatimu. Ahh.. aku memang suka menulis, tapi baru kali ini aku iri pada sebuah tulisan..
Aku ingat betul apa yang ku baca tadi, hanya saja aku lupa kapan kamu menulisnya. Yang aku tau, ada banyak hal yang kamu ingin sampaikan padaku, hanya saja tak pernah sampai di telingaku. Tapi kamu tenang saja, malam ini mataku telah berhasil mengantarkan isi hatimu untuk masuk ke dalam hatiku.
Kamu bilang kamu iri padanya, laki-laki yang ku sebut SENJA. Kamu iri akan keindahannya, karna telah membuatku mau berlama-lama bersamanya. SENJA memang indah.... sangat indah, bahkan hampir semua orang menyukai SENJA. Keindahannya mampu mentramkan hati orang yang melihatnya, hingga banyak yang rela menunggu ia hadir, termasuk aku. Kamu tau, aku begitu mengagumi SENJA, aku begitu menginginkjan SENJA.. Tapi SENJA terlalu jauh untukku. Aku hanya setetes embun, iya ... setetes embun yang entah dapat bertahan atau tidak untuk bisa menikmati keindahan senja. Aku sang embun yang mulai putus asa karna tak pernah mampu benar2 menikmati ketentraman yang diberikan oleh SENJA. SENJA buatku hanya keindahan semu, ia tak pernah mau mengiringi kehadiranku. Bahkan dia terlalu angkuh untuk menatapku yang hanya setetes embun. Memang, SENJAku pernah benar-benar menjadi penyemangat untukku.. bahkan dia tak pernah lelah berjuang merebut hatiku, DULU... ya, hanya DULU...Lalu masihkah kau cemburu dengan hanya sesosok kata DULU. Kalaupun ia masih hadir di hidupku sekarang, tentu saja perannya sudah jauh berbeda dengan DULU. karna aku sadar, Embun tidak pernah membutuhkan SENJA, ....
Kau tau, sejak kehadiranmu aku justru membuka mata lebar-lebar. Bahwa masih ada keindahan lain yang tak kalah indah dari SENJA. Kamulah FAJAR'ku.. bukankah FAJAR akan lebih dekat dengan EMBUN, bukan kan FAJAR akan selalu setia mengiringi kehadiran EMBUN di pagi hari, dan bukankah FAJAR dan EMBUN akan selalu bersama-sama sampai Sang Pencipta yang berkehendak memisahkan mereka.
Buatku FAJAR adalah keindahan yang teramat istimewa yang Tuhan ciptakan untuk dinikmati orang-orang pilihan yang juga istimewa di mata Tuhan. Kau tau, hanya sedikit orang yang bisa menikamati keindahan FAJAR, hanya orang-orang yang benar-benar haus akan ketenangan sementara orang-orang yang lain sedang terbuai dengan mimpinya. Karna FAJAR hanya untuk orang-orang pilihan, ku harap aku termasuk orang-orang pilihan itu. Kamu FAJAR'ku, kamu laki-laki SEMBURAT FAJAR'ku... Laki-laki yang akan selalu menemaniku, mengiringiku, menjagaku, dan yang selalu bersamaku. Aku tidak butuh SENJA, sekali lagi aku tidak butuh SENJA..
Sebenarnya ada yang lain yang ku baca tadi, kira-kira seperti ini..
"jangan kamu khianati aku lagi, jika tidak ingin KEHILANGAN SEGALANYA dariku"
Apa kamu setega itu?? membiarkan aku sendiri...... Tapi jika sampai dimana LELAH'mu tak mampu lagi kau tahan dan kau ingin meninggalkanku, silahkan...
Semoga kau menemukan embun-embun lain yang lebih jernih dan lebih berarti ketimbang aku. Hanya saja aku yakin, selama kamu masih merasakan sakit hati yang disebabkan oleh aku .. itu berarti aku masih ada di hatimu,, DI HATIMU.....
"Ku mencintaimu lebih dari nyawaku
Bahagia kau pun dengan cintaku
Sepakat mengikat janji untuk saling melengkapi
Bagai fajar menjemput sang embun pagi"
(nukilan lirik lagu, kangen band )