Jumat, November 16, 2012

Untuk pertama kalinya semenjak aku mengenalmu, kau melontarkan kata-kata yang begitu menusuuukkkk di hatiku #Halaah...

Hmm... tapi ini bener.. :(
Kau tau aku ini wanita dengan banyak luka.. memang sepertinya ini lebay. Tapi kau sendiri pun tau bagaimana kehidupanku. Selama ini aku terlalu rapuh untuk memikul beban ini sendiri. Tapi kamu, kamu selalu ada dan meringankan bebanku. Aku sangat bersyukur.. Ahh kau malaikatku.. "pikirku...

Tapi tadi malam ituuu, kenapa harus kata2 itu yang kamu ucapkan? :( sungguh, aku semakin merasa tidak pantas untuk siapapun,... aku benar-benar sakit. Yah, walaupun logikaku masih tetap berjalan. Terbukti bahwa aku masih berfikir, siapa juga yang mau tiap hari di bagi beban.. :( Iya betul begitu..

Saat ini aku hanya infin sendiri. Menghapus air mataku sendiri, melewati kepedihanku sendiri, dan yang pasti, selalu mencoba bangkit SENDIRI....

Ahhh aku rasa cukup, aku benar-benar lebay... 

Jumat, Oktober 19, 2012

Pelatian Manasik Haji



A K U   B E N C I   S E N J A  ! ! ! ! ! ! 
Dialah penyebab gelapnya masa kekinianku.... :'(


Ada saatnya diam untuk bersabar lalu belajar. Ada saatnya marah dengan cara elegan namun mampu menyadarkan orang lain... 
Arrrggghhh....... tapi aku hanya ingin menangis sekarang.. :'(
Aku ingin hidup di masa yang sekrang.. tidak terus-terusan dihantui oleh bayangan masalalu. Aku berusaha kuat untuk menjauh dari setiap kenangan yang dulu. 

Aku bersyukur ketika aku bisa memilihmu untuk ada dalam masa kekinianku, aku bahagia dan aku berjanji pada diriku sendiri untuk tetap menjadikanmu satu-satunya tanpa menoleh lagi kepada dia yg ada di masalaluku. Aku pikir apa yang aku lakukan ini sudah cukup bisa meyakinkanmu. Tapi ternyata.....

Kau masih saja mengungkit masa laluku. mencurigaiku seakan-akan aku orang yang selalu salah dari dulu hingga sekarang. Dengan mudah kau marah tanpa alasan, cemberut dengan hanya satu kesalahan kecilku, terdiam ketika sebenarnya kamulah yang memulai membuatku sakit. Bahkan tangisku tak lagi kamu pedulikan. Aku memang pantas diperlakukan seperti ini, itu pikirku. Tapi hatiku menolaak, aku hanya ingin satu. Jika kau bisa menerimaku, terimalah aku yang sekarang tanpa embel-embel masalaluku. Tapi jikatidak, tolong jangan paksakan.. Aku pun sama sepertimu, punya hati yang bisa sakit dan perih.

Aku menangis sendiri tanpa kamu tau, aku menyesali kesalahanku yang membuat aku seperti inisekarang. Bahkan sekarang aku lebih sering memendam kepedihan sendiri tanpa berani menceritakan kepadamu, orang yang pundaknya selalu aku harapakan untuk bersandar.

Aku terima semua ini, aku akan bertahan sampai aku merasa babak belur sendiri.  :'(
Ketika kesalahan masalalu di ungkit dan terus dijadikan alasan untuk mengabaikanku adalah hal yang pantas aku terima, ya .. aku terima.. memang aku pernah salah dan pantas diseperti inikan ko...

Jumat, Juni 29, 2012

Sapu Tanganmu..

Untuk pagi yang selalu pagi... Untuk fajar yang tak pernah bosan mendampingi embun..

Tadi aku nangis lagi ya.. terimakasih ya, sapu tanganmu telah mampu menghapus setiap tetes air yang mengalir dari mataku. Kau memang seperti doraemon, yang punya kantong ajaib yang bisa mengeluarkan apapun yang ku butuhkan.

Berbicara tentangmu saja, mulai membuatku tersenyum sendiri. Entah apa yang ada dalam dirimu, aku sulit mendeskripsikannya.


Kau yang tadi malam tiba-tiba mengambil bintang dari mataku , kau yang selalu saja bisa membuat aku tertawa , ahh .. kau memang segalanya buatku.. 


Sungguh... menjalani hari-hariku disini denganmu bagiku adalah sesuatu yang harus ku syukuri. Kehadiranmu selalu mampu mengobati setiap luka atau beban yang sedang ku tanggung. Dan satu lagi, kau  juga yang  mampu membuatku memiliki cita-cita yang segunung itu.. haha kau memang ajaib...


Aku tidak tau lagi harus seperti apa mengucapkan rasa syukurku atas dihadirkannya engkau dalam hari-hariku. Maafkan aku yang belum sempurna membalas kebaikan cintamu.. Aku selalu mengusahakan yang terbaik. Dan mulai berusaha menjaga perasaanmu, meskipun terkadang pertahananku menjaga hatimu runtuh karena galau yang aku tidak bisa menyimpannya lagi.

Maafkan untuk tulisan yang mungkin akan menyakitimu, selebihnya..... aku masih selalu belajar mencintai segala yang ada pada dirimu. Karena mencintaimu, membuatku mampu mendewasakan diri dan sikapku, membuatku semangat mengejar mimpiku... juga mimpi-mimpi kitaa.... 


"KAU BISA SAJA PERGI, TAPI KAU TIDAK AKAN BISA LEPAS DARI TANGGUNG JAWAB" itu yang selalu kau katakan... Dan ijinkan aku mengcopy kata-katamu ya.... "AKU BISA SAJA PERGI, TAPI AKU TIDAK AKAN BISA LEPAS DARI TANGGUNG JAWAB" tanggung jawab untuk melanjutkan apa yang sudah kita bangun.. ^_^

Aku selalu ingat ketika aku berjanji padamu, selama hidupmu, apapun akan ku lakukan untuk suatu senyuman, sebisa ku.. hingga matiku. 
Tapi apakah itu untuk selamanya?
Sementara keadaan telah berubah 180 derajat. Kau disana pasti mengira bahwa kita masih baik-baik saja. Tidak bii, kita tidak baik-baik saja. Tepatnya adalah karena aku yang tidak lagi mampu menjaga konsistensi janjiku. Aku yang merusaknya, dan aku masih terlalu pengecut untuk mengakuinya langsung kepadamu. Alasan pertamaku adalah aku sangat takut kehilanganmu.. sebab sebagian besar hatiku masih menyimpan cinta untukmu. cinta yang tak pernah mampu ku katakan pada mereka, cinta yang hanya bisa ku tahan sendiri. Alasan keduaku adalah karena aku takut melihatmu hancur. aku tidak sanggup untuk itu. Tapi bagaimana lagi, aku sudah terlanjur masuk ke zona yang salah. Aku tidak menemukan jalan keluar untuk itu. 
Kau tau, ambisi dan cita-citaku yang segunung itu yag membuatku tersesat.. Tapi aku masih belum sepenuhnya sadar bahwa aku telah tersesat dan terlalu jauh menghianatimu. Kau tau, aku merasa kita tidak memiliki masa depan, aku dan cita-citaku ada disini.. bukan disana, di tempat kau ada sekarang. Memang semua Tuhan yang menentukan, tapi akupun berhak merencanakan. Karena kau pun tau bagaimana jadinya jika hidup tanpa rencana. 
Aku memang pecundang yang sembunyi di balik segudang alasan itu, tapi sungguh... hatiku masih sama seperti hati wanita lain yang mungkin lebih suci dan jauh dari berkhianat. Aku masih bisa merasakan sakit untuk semua yang aku lakukan, terlebih jika aku membayangkan bagaimana hatimu saat ini. :'( , aku masih diam-diam menangis untuk itu... 
MAAFKAN AKUUUUUUUUUU...............

Senin, April 30, 2012

Buku diary impian

Aku harus menulis, karena aku ingin menulis....... !!!!
Sejujurnya ada banyak sekali moment penting dalam hidup ini yang sesuatu banget kalo dijadiin bahan tulisan.Itu jiga salah satu hal yang melatarbelakangi keinginan untuk membeli buku diary yang kata orang2 jaman sekarang mungkin sedikit kuno. Iya lah, gini hari masih nulis manual.... QWERTY donk dpake... *haalaahh...
Tadinya juga aku sempet mikir begitu sih. Beberapa catatan harian yang aku bikin di laptop pribadiku akhirnya pun terbengkalai. Padahal tiap hari pasti buka laptop, tapi keinginan untuk sekedar membisikkan apa yang ku alami setiap harinya di catatan itu ko ya ga ada2. males jadi alasan nomor satu.
Alhamdulillah sih dengan bantuan blog aku bisa agak sedikit rajin menulis.. Walaupun ga mesti sebulan sekali sih.. *LHOO....
Nah karena itu juga saya mikir, kalo pake buku mungkin ga begini kejadiannya. Aku bisa dikit-dikit pegang pulpen plus buku terus langsung deh corat coret apa aja... :D
hMMM... ok lah jangan cuma dipikirkan.. Aku harus beli buku DIARY IMPIAN yang unyu-unyu,,.., biar semangat menulisnya pun juga menggebu.. :DD

Minggu, April 22, 2012

Peringatan Hari Kartini








Bukan aku yang duLu

Aku bukanlah aku yang dulu, yang akan selalu mencarimu setiap kali kau menghilang. Juga mengejarmu setiap kali kau mencoba meninggalkan.


Hari ini kamu entah kemana, oh bukan itu tepatnya. karena aku tau kau tidak kemana-mana "Tetap dihatiku". Mungkin kembali seperti dulu, bosan dengan hubungan kita.
Iya, dulu kau selalu menghilang setiap kali kau merasa bosan. dan saat itu juga aku selalu mencarimu, dan mengajakmu kembali ke rumah mungil kita. Dulu selalu dengan sabar aku merayumu, juga selalu dengan tameng tebal yang ku pasang di hati jika kau tidak mau kembali, sakit tapi aku tetap merayumu kembali. Begitu kan..
Aku pikir setelah kita bangun rumah kedua setelah yang pertama dulu runtuh, kau tidak akan lagi merasa bosan. Oh tentu saja aku berpikir seperti itu, bagaimana tidak. Kau sangat meyakinkan saat kau bilang kau sangat mencintaiku kali ini. Tapi ternyata ya masih sama seperti dulu. Seperti ingin tapi tak ingin, harapan palsukah itu. Ah, kenapa kamu selalu membuatku begini. Dan kenapa cuma kamu yang bisa ??.
Kali ini betulkah tebakanku? kau bosan lagi? Sehari dan semalam ini kamu menghilang. Aku katakan beribu-ribu maaf karena kali ini aku tidak lagi mencarimu, mengejarmu, apalagi merayumu untuk kembali. Bukan, bukan aku tidak merasa kehilangan dan tidak mencintaimu lagi. Aku hanya tidak ingin terluka dengan cara yang sama.
Jika kau ingin kembali, kembali saja sendiri. Aku akan menyambutmu, mungkin......... ^_^

Kamis, April 12, 2012

Teman seperjuangan mencerdaskan anak bangsa.. ^___^




Bukan Mimpi sayang, Tapi TUJUAN.. ^_^

Dalam langkah awalku, aku selalu berdoa agar Tuhan memperkenankan aku masuk ke dalam mimpimu. Agar Tuhan selalu mempromosikan kehadiranku yang memang hanya untukmu. Agar Tuhan selalu mempertontonkan aku di setiap langkahmu.

Aku suka membicarakan mimpi. Mimpi apapun itu, karena aku adalah perempuan pemilik banyak mimpi. Hingga banyak yang bilang aku seorang yang ambisius mengejar mimpi....
Pagi yang tidak terlalu cerah tapi matahari bersinar meski malu-malu, Kita berada di hamparan pasir di tepi sebuah pantai. Duduk berdampingan meski tidak terlalu dekat. Itu adalah hari pertama kita berkunjung ke subuah pantai berdua setelah 4 tahun lamanya kita menjalin kasih. Perbincangan hati antara kita semakin menambah indah pagi itu. Lama tak berjumpa, banyak juga yang kita bicarakan..

Aku tersentak dan sedikit malu ketika kau katakan keseriusanmu terhadapku. Bahagia dan sangat bahagia. Meski jauh, kau bilang kita akan bisa menjaganya. " Tentu, wong kita punya mimpi yang sama ko" kataku, "mimpi apa?"tanyamu.....
"Mimpi untuk mewujudkan masa depan bersama, hidup bersama dan terus saling menjaga". Kamu tersenyum mendengarnya..
lalu aku ingat betul apa yang kau katakan, 'ITU BUKAN MIMPI SAYANG... ITU TUJUAN KITA....'
^%^%$#$#%..... itu adalah kata-kata paling aduhai yang terdengar dari mulutmu sayang.. wwkwkwkkk

 


Di Persimpangan (Lagi)

Aku sudah hampir putus asa dengan diriku sendiri...
Tidak tau sampai kapan aku tidak bisa bersikap tegas..
Sulit sekali memposisikan hatiku untuk berada di titik yang tepat.
Pernah ku pilih satu titik, dimana aku yakin kebahagiaan akan merajut benangnya sendiri..
Tapi titik itu seperti memudar, teramat jauh dan susah untukku lebih mencengkramkan tapakan kakiku berdiri.
Titik dimana impiankupun harus lenyap karna itu.. Tapi titik itu yang ku mau....
Sedangkan semakin aku mau, semakin terbuka titik yang lebih terang lagi..
Titik yang mampu membuat aku sedikit berpaling dari titik pertama meskipun belum sepenuh hati..
Titik kedua yang juga menjadi pendukung penuh kelanjutan mimpi-mimpiku..
Dan aku sadar, ini adalah titik yang aku butuhkan..

Mau dan Butuh... ????? aKu tidak dapat memilih nyaaaaa.... :(

Kamis, Maret 22, 2012

Cita- cita dan Cinta. Dua kata yang menjadi wakil dari kebahagiaan manusia. Dua kata yang menjadi syarat kesempurnaan hidup bila keduanya sanggup teraihkan. Dua kata yang menjadikan hidup seindah pelangi. Dua kata yang dikejar habis- habisan oleh hampir segenap penghuni bumi.

Termasuk aku. Aku juga seorang pengejar cita-cita dan juga cinta. Dua hal yang ku rasa harus dan wajib ku raih. 
Dilema.. dilema saat aku membicarakan ini. Aku pemilik mimpi dan harapan yang tinggi. Aku seorang yang sangat berambisi untuk berhasil. Tidak terlalu muluk2 impian yang ingin ku tuliskan disini  , aku hanya ingin melanjutkan kuliah S2 Q setelah aku lulus S1 nanti. S2 yang kucita-citakan sebagai wujud cita-cita orang tuaku juga. Tapi S2 yang ingin ku ambil tetap lah di kota ini, kota dimana saat ini akupun berjuang meraih gelar sarjanaku. Alasannya masih sama, karena disini semuanya terjangkau. Walaupun jauh dari kampung halaman, tapi aku merasa disini semuanya mudah.
Tapi di satu sisi akupun punya cinta yang ingin sekali ku dapatkan, cinta yang sudah hampitr 4 tahun ini menemaniku berjuang meskipun dari jauh. Cinta yang juga punya harapan untuk melangkah lebih serius kedalam hubungan yang lebih terarah. Cinta yang ku tinggalkan dikampung halaman untuk mengejar cita-citaku. Cinta yang juga menuntut ku kembali dan meneruskan mimpi tentang cinta yeng tertunda karena cita-cita.
Maaf cinta, aku pun bingung. aku ingin sekali kembali di waktu yang sudah ku janjikan, yaitu saan aku lulus S1 nanti. Tapi tidak bisa ku pungkiri, aku berat sekali melepaskan impianku yang satu itu..,....

Bertahan aku disini. melanjutkan cita-cita yang sudah pasti akan membuatku kehilangan cinta. Atau kembalikah aku kepada cinta yang juga mengharuskan aku mengubur dalam-dalam cita-citaku.... 
Tuhan berikan yang terbaik.. Amin..

Jumat, Februari 10, 2012

Tertawa Bersama anak-anak

Hari ini aku dibikin ketawa oleh anak-anak itu.. Malaikat2 kecilku yang sudah hampir dua bulan ini menjadi pengisi keceriaan hariku. Namanya anak-anak, dunianya hanya main-main saja.. tapi mereka bermain dengan serius, saking seriusnya sampe ga sadar kalau sudah membuat temannya menangis kesakitan karna ulahnya.. hehe... 
Tadi anakku Afif dan Fahri sedang asyik bermain di dalam kelas pada jam istirahat. Aku sendiri sedang sibuk menilai hasil kerja anak-anakku yang ku suruh mewarnai. Sampai tiba-tiba aku dengar suara "debuuugggg.." menoleh lah aku ke arah suara itu berasal. Ternyata anakku Fahri terjatuh, kakinya kesandung kaki Afif. Spontan Fahri nangis, histeris malah. Belum selesai aku mendiamkan anak itu, malah Afif menyahut tangisan Fahri dengan menangis juga.. Aku bingung sekaligus pengen ketawa... akhirnya dua-duanya aku suruh minta maaf.. Dan, yaahh akhirnya mereka lupa kejadian itu dan bermain bersama lagi...
Simple banget ya hidupnya anak-anak. Coba kalo kejadian itu kita yang dewasa yang mengalami. Pasti masalah tambah melebar kemana-mana. Perlu mencontoh cara berpikirnya anak-anak tentang kesalahan temannya tuh,,, Jangan mendendam.. hehe

Cinta Membuatku B.O.D.O.H

Tragis sekali judulnya.. hehe tapi itu yang baru aku sadari. Betapa cinta dan obsesi memilikimu menjadikan aku super bodoh. Hmm... bodoh atau menjadi lebih kebal dengan rasa sakit tepatnya. 

Aku jatuh cinta pada laki-laki sempurna sekitar 4tahun lalu. Aku berpikir aku harus mendapatkannya dengan cara apapun. Tanpa malu aku mendekatinya, dengan jurus a sampai z tidak ada yang ketinggalan. Sampai singkatnya aku benar benar bisa mendapatkannya. Dia menjadi milikku, kami mulai menjalin hubungan pada tahun 2008. Betapa segala cinta yang ku punya langsung ku serahkan semuanya untuknya. Tidak ada yang ku sisakan untuk mencintai diriku sendiri. Aku menganggap dia segalanya, segalanya.. Meskipun pada akhirnya aku sadar, bahwa aku tidak pernah menjadi siapa siapa di hatinya. Tentunya aku sakit hati mengetahui itu, tapi aku sudah terlalu mencintainya.. (lebay).

Pernah sekali dia mengatakan, bahwasanya aku tak pernah ada dalam mimpinya. Sama sekali tidak pernah, bahkan justru mereka yang selalu ada. Wanita yang menjadi khayalannya sejak lama, da wanita yang hampir menjadi kekasihnya saat itu. Lucunya aku malah tersenyum mendengar dia mengatakan itu, sambil sedikit menean kekecewaan. Oh bukan sedikit, tapi begitu besar kekecewaan yang ku telan. Aku tidak kapok juga, aku terus saja bertahan.. bahkan saat itu aku ingin bertahan mencintainya sampai aku babak belur sendiri.

Setahun telah berlalu, hubungan kami masih berjalan dan mungkin sudah lebih baik. Tapi di saat itu justru alasan masa depan memisahkan aku dengan dia. Sempat berhenti berharap, sempat ga mau mencintainya lagi karena aku pikir "masih dekat aja aku tidak bisa ada di hatinya apalagi kalau aku jauh..." Tapi cinta tetaplah cinta, tetap menggebu walaupun jarak memisahkan.

Aku terus mencintainya, memberikan perhatian lebih kepadanya, karna aku sadar saat itu posisinya aku yang lebih dulu meninggalkannnya untuk mengejar cita-citaku. Aku sabar menghadapinya, jauh lebih sabar daripada saat aku dekat dengannya. Setiap detik merindukannya, menanyakan kabarnya, walaupun seringnya yang aku dapat hanya pengabaian darinya.

Aku tidak pernah berpikir untuk menyerah, bahkan aku semakin ingin bertahan. Walaupun selama 2 tahun masa pacaran dia sering mempermainkan hubungan yang katanya membosankan itu. Sebentar minta putus, sebentar minta balik. teruss seperti itu,dan bosohnya lagi aku terus mengikuti permainannya. Aku tidak bisa merasakan sakit saat itu.

Sampai puncaknya pada ulang tahunku yang ke 20 dia justru mengakhiri hubungan kami. Itu mungkin sudah sampai dimana lelahku bertahan. Aku menyerah, aku kalah.. aku tidak bisa memaksa orang mencintaiku. Aku tidak mau lagi dianggap bukan siapa-siapa oleh orang yang ku anggap segalanya.

Kemudian aku bertemu dengan sosok laki-laki lain yang sangat baik dan begitu mencintaiku. Aku merasa diberi kesempatan merasakan indahnya dicintai sepenuh hati. Senangnya di anggap segalanya olehnya, dia begitu menghormati ku sebagai wanita. Bak putri raja dia memperlakukan aku. Bahkan aku merasa bisa menjadi diriku sendiri, dia memberiku kebebasan mengekspresikan seperti apaa sebenarnya aku. Aku merasa dia mencintai apa adanya aku, bukan menyuruhku menjadi sosok yang disukai kemudian baru dia mencintaiku. Aku pikir aku bisa mencintainya setelah apa yang dia lakukan untukku. Tapi ternyata cinta itu tidak bisa dipikir dengan logika... tapi hati.. Aku menyakitinya, meninggalkannya dan memilih untuk kembali ke cinta laki laki yang dulu ku anggap paling sempurna.

Aku kembali bersama laki-laki yang ku sebut senja, laki-laki yang paling indah yang ku anggap segalanya. Dia berubah, sangat berubah. Aku mulai di bawa masuk ke dalam mimpi-mimpinya. Dia mencintaiku, dan memperlakukan aku selayaknya wanita yang dicintainya. Semoga aku tidak mengulangi kebodohanku..

Minggu, Februari 05, 2012

Malaikat2 kecil itu....

 9 Januari 2011......
Pagi yang gerimis itu aku kembali menjadi "petualang yang nekat", hanya saja kali ini tujuanku jelas.. :D. Gerimis dan keringat membasahi langkahku pagi itu. Dengan menumpang mobil putih berwujud angkot aku berangkat menuju suatu tempat yang didiami banyak anak kecil lugu nan menggemaskan. Walau awalnya ragu, tapi aku tetap melangkah... Turun dari angkot ternyata masih ada perjalanan panjang yang harus ku tempuh dengan berjalan kaki. Ahhhh... maless... tapi pikiran itu sama sekali ga muncul pagi itu. aku terus berjalan... Dan ketika sampai, langsung saja ku cari kantor kepala sekolah di PAUD itu... Yaaa... singkatnya aku diterima menjadi salah satu guru di sekolah itu.....

10 Januari 2011.. aku langsung mulai bekerja..... Hari itu dan hingga kini, hidupku berubah. Dulu aku benci bangun pagi. tapi sejak mengenal malaikat2 kecilku itu aku jadi lebih semangat untuk bangun lebih pagi daripada mentari. 
Bunda sayang kalian nak...... :)

Sabtu, Januari 07, 2012

Kita dengan Sebuah Jarak (spasi)

“Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang? Anggap saja jarak yang membentang adalah sebuah spasi, yang mempertegas makna dari hubungan batin yang kita jalani.

Kamu dan Secangkir Teh

Di malam yang hampir habis ini aku menulis, ditemani secangkir teh hangat yang mengepulkan namamu , "laki-laki tertinggi yang datang dengan petikan gitar". 

Menulis adalah pengorbanan. Di mana aku mengorbankan kantukku demi secarik imaginasi yang tak rela untuk menjadi basi. Mengelana pikir meski lelah setelah bergerak bersama sang terang dan rutinitas. Namun, pengorbanan itu begitulah. Aku tak kan mengitung waktu yg habis. Hanya lega karna imaginasi yg terlayani, terlebih imaginasiku tentangmu..

Secangkir teh yang mengepulkan namamu, ku tuang dengan rindu yang membuncah pada sosokmu. Ahh, aroma teh itu.... menjelma wangimu yang kuhirup disuatu senja itu...

Pada secangkir teh hangat, pada kantuk yang mendarat di notebook pink'Q... Aku menemukanmu, dan ku sampaikan salam rindu untukmu.. Kapan kita ngeteh bersama lagi?

Kamis, Januari 05, 2012

21 Tahunku :-)

Alhamdulillah... Puji syukur kepadamu ya Allah yang masih memberiku kesempatan hidup hingga sekarang. Kupasrahkan setiap tarikan nafasku, setiap langkahku hanya kepadaMu sekarang dan selamanya.
Semoga hari ini menjadi sebuah optimisme baru,
Diambang batas hari ini, saya memasuki usia 21 tahun. Usia remaja dewasa. ^_^

Bismillah,,,kembali ku azzamkan dalam tekadku untuk menjadi pemenang dalam kehidupanku. Akan kukobarkan semangat dalam jiwaku untuk menjadi yang terbaik untuk agamaku, keluargaku dan orang-orang yang aku cintai dan mencintaiku karena Allah.

Semoga aku bisa memanfaatkan sisa umurku dengan seoptimal mungkin dengan kebaikan-kebaikan dalam berbagai bentuk. Rabb dengan penuh harap aku memohon semoga Engkau meridhoi setiap hembusan nafasku, detakan nadi dan jantungku, desir rasaku, kejapan mataku, langkah kakiku dan setiap tindakan dari setiap komponen penyusun aku dan tubuhku.

Dan inilah doa terindah darinya ( laki-laki tertinggi yang datang bersama senja )
" Segala puji bagi Allah, yang awal tanpa yang awal sebelum-Nya, yang akhir tanpa yang akhir sesudah-Nya. Mahasuci AsmaNya, Mahatampak AnugrahNya.
Ya Allah. Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya. Shalawat yang awalnya tidak terbatas, yang batasnya tidak berujung, dan akhirnya tidak berhingga.
Ya Allah. Anugerahkan kepadaku kelangsungan hidup kekasihku, panjangkan usianya, sehatkan badannya, akhlaknya, agamanya, sejahterakan jiwa dan raganya, alirkan rezekinya, anugerahkan kepadanya kecerdasan akal dan kebeningan hati.
Bantulah aku, mendidiknya dan menjaganya, berbuat baik kepadanya dari sisiMu. Jadikan kekasihku, mendekatiku, menyayangiku, mencintaiku. Jadikan kekasihku, orang yang baik dan takwa, yang punya pandangan dan pendengaran yang taat kepadaMu, yang mencintai dan setia kepada Nabi Mu Muhammad.
Berikan semua itu dengan petunjuk dan rahmatMu, berikan kepada kami apa yang terbaik di dunia dan akhirat. Amin
Selamat ulang tahun sayang. . . .

Meninggalkan Kenangan



Assalamualaikum.. Laki-laki semburat fajar.....
Bagaimana keadaan hatimu saat ini? aku harap sudah berangsur membaik. Aku sungguh tidak tenang jika aku tau kau masih menyimpan luka itu.
Kau berhak membenciku atas semua yang ku lakukan padamu, sungguh aku rela jika itu membuatmu kembali seperti dulu.

Mungkin rasa kehilangan bukan hanya kau yang merasakannya, sungguh akupun iya. Betapa setiap kenangan bersamamu saat itu amat melemahkanku saat ini. :-( , tidak kusangka kau meninggalkan ribuan kenangan yang terus dan terus menghantui langkahku.

Kau pernah menjadi terang dalam gelapku saat aku tersesat..
Kau pernah menjadi satu-satunya orang yang mampu mengembalikan semangatku.
Kau pernah menyelamatkan seluruh hidupku yang hampir berantakan..
Kau pernah menjadi satu-satunya orang yang menghapus airmataku saat semua orang menenggelamkanku...
Sungguh.. tidak mudah bagiku melupakan itu semua.. :-(

Kau tau, hanya kau satu-satunya orang yang melarangku melihat atau mendengarkan sesuatu yang menyeramkan. Sederhana saja ternyata alasanmu, kau takut itu terbawa dalam mimpiku...
Perhatianmu luar biasa kepadaku,
cintamu luar biasa untukku..
semua yang kau berikan sungguh teramat luar biasa....

Dan sekarang , aku harus terbangun dan tersadar. bahwa semua itu adalah kenangan yang mau tidak mau harus kulupakan. Karna saat ini aku telah memilih untuk bersamanya. Kau pasti tau aku tak mungkin menyakitinya. Alasankupun cukup sedrhana, aku tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama.. seperti yang kulakukan padamu.

Aku minta maaf atas segalanya.. mungkin aku pengecut.. tapi aku gak mau memulai sesuatu yang pada akhirnya aku tau itu akan sangat menyakitkan.. aku minta agar kamu mengerti dgn keputusanku dan mengerti tentang keadaannya.. aku akan tetap menjadi sahabatmu bila kamu ijinkan :)

Lepaskan saja dia


Mungkin benar.. itu yang sedang ku alami.. :-(

"Rasanya ingin mendengar tawanya detik ini, namun ketika ia larut bersama diamnya.. apa yg bisa ku lakukan??" 
 
Aku belajar untuk melepaskan dia dari benak, sedikit demi sedikit.. meskipun dalam alam bawah sadarku sendiripun mulai tunduk dan menyerah pada senyumnya.

tak perlu kata untk membuat dia tau, bahwa dia akan tetap ada meskipun nyatanya aku dan dia tak punya cerita..

maka aku menarik diriku, untuk kembali menjadi aku yang dulu, sebelum metafora dan analogi kami tercipta..

bukan berarti aku berhenti..
bukan berarti aku menjauh pergi..

hanya saja, aku belajar untk tidak menjadikan dia obsesi dan menjadi buta. toh aku ataupun dia sudah sama2 dewasa untk sekedar membaca apa yg tersirat.

Rabu, Januari 04, 2012

Jangan Buat Ku Menangis Hari ini....

Kau diam lagi, kau pergi lagi, seperti biasa tanpa kabar apapun.. 
Masih haruskah aku menangisi sikapmu? Ah, rasanya terlalu berlebihan menyambut sikapmu dengan airmata..

Lupakah kamu hari ini adalah 5 Januari-ku?... Lupakah kamu bahwa setaun lalu kamu pernah menjadi lilin yang menerangi gelapnya hari spesial-ku?. Aku yakin kau masih ingat... 
Maka aku mohon padamu hari ini, datanglah dan bawalah cahayamu lagi.. aKu butuh engkau di hari spesialku ini.. 'ku mohon jangan buatku menangis hari ini........ '