Jumat, Februari 10, 2012

Tertawa Bersama anak-anak

Hari ini aku dibikin ketawa oleh anak-anak itu.. Malaikat2 kecilku yang sudah hampir dua bulan ini menjadi pengisi keceriaan hariku. Namanya anak-anak, dunianya hanya main-main saja.. tapi mereka bermain dengan serius, saking seriusnya sampe ga sadar kalau sudah membuat temannya menangis kesakitan karna ulahnya.. hehe... 
Tadi anakku Afif dan Fahri sedang asyik bermain di dalam kelas pada jam istirahat. Aku sendiri sedang sibuk menilai hasil kerja anak-anakku yang ku suruh mewarnai. Sampai tiba-tiba aku dengar suara "debuuugggg.." menoleh lah aku ke arah suara itu berasal. Ternyata anakku Fahri terjatuh, kakinya kesandung kaki Afif. Spontan Fahri nangis, histeris malah. Belum selesai aku mendiamkan anak itu, malah Afif menyahut tangisan Fahri dengan menangis juga.. Aku bingung sekaligus pengen ketawa... akhirnya dua-duanya aku suruh minta maaf.. Dan, yaahh akhirnya mereka lupa kejadian itu dan bermain bersama lagi...
Simple banget ya hidupnya anak-anak. Coba kalo kejadian itu kita yang dewasa yang mengalami. Pasti masalah tambah melebar kemana-mana. Perlu mencontoh cara berpikirnya anak-anak tentang kesalahan temannya tuh,,, Jangan mendendam.. hehe

Cinta Membuatku B.O.D.O.H

Tragis sekali judulnya.. hehe tapi itu yang baru aku sadari. Betapa cinta dan obsesi memilikimu menjadikan aku super bodoh. Hmm... bodoh atau menjadi lebih kebal dengan rasa sakit tepatnya. 

Aku jatuh cinta pada laki-laki sempurna sekitar 4tahun lalu. Aku berpikir aku harus mendapatkannya dengan cara apapun. Tanpa malu aku mendekatinya, dengan jurus a sampai z tidak ada yang ketinggalan. Sampai singkatnya aku benar benar bisa mendapatkannya. Dia menjadi milikku, kami mulai menjalin hubungan pada tahun 2008. Betapa segala cinta yang ku punya langsung ku serahkan semuanya untuknya. Tidak ada yang ku sisakan untuk mencintai diriku sendiri. Aku menganggap dia segalanya, segalanya.. Meskipun pada akhirnya aku sadar, bahwa aku tidak pernah menjadi siapa siapa di hatinya. Tentunya aku sakit hati mengetahui itu, tapi aku sudah terlalu mencintainya.. (lebay).

Pernah sekali dia mengatakan, bahwasanya aku tak pernah ada dalam mimpinya. Sama sekali tidak pernah, bahkan justru mereka yang selalu ada. Wanita yang menjadi khayalannya sejak lama, da wanita yang hampir menjadi kekasihnya saat itu. Lucunya aku malah tersenyum mendengar dia mengatakan itu, sambil sedikit menean kekecewaan. Oh bukan sedikit, tapi begitu besar kekecewaan yang ku telan. Aku tidak kapok juga, aku terus saja bertahan.. bahkan saat itu aku ingin bertahan mencintainya sampai aku babak belur sendiri.

Setahun telah berlalu, hubungan kami masih berjalan dan mungkin sudah lebih baik. Tapi di saat itu justru alasan masa depan memisahkan aku dengan dia. Sempat berhenti berharap, sempat ga mau mencintainya lagi karena aku pikir "masih dekat aja aku tidak bisa ada di hatinya apalagi kalau aku jauh..." Tapi cinta tetaplah cinta, tetap menggebu walaupun jarak memisahkan.

Aku terus mencintainya, memberikan perhatian lebih kepadanya, karna aku sadar saat itu posisinya aku yang lebih dulu meninggalkannnya untuk mengejar cita-citaku. Aku sabar menghadapinya, jauh lebih sabar daripada saat aku dekat dengannya. Setiap detik merindukannya, menanyakan kabarnya, walaupun seringnya yang aku dapat hanya pengabaian darinya.

Aku tidak pernah berpikir untuk menyerah, bahkan aku semakin ingin bertahan. Walaupun selama 2 tahun masa pacaran dia sering mempermainkan hubungan yang katanya membosankan itu. Sebentar minta putus, sebentar minta balik. teruss seperti itu,dan bosohnya lagi aku terus mengikuti permainannya. Aku tidak bisa merasakan sakit saat itu.

Sampai puncaknya pada ulang tahunku yang ke 20 dia justru mengakhiri hubungan kami. Itu mungkin sudah sampai dimana lelahku bertahan. Aku menyerah, aku kalah.. aku tidak bisa memaksa orang mencintaiku. Aku tidak mau lagi dianggap bukan siapa-siapa oleh orang yang ku anggap segalanya.

Kemudian aku bertemu dengan sosok laki-laki lain yang sangat baik dan begitu mencintaiku. Aku merasa diberi kesempatan merasakan indahnya dicintai sepenuh hati. Senangnya di anggap segalanya olehnya, dia begitu menghormati ku sebagai wanita. Bak putri raja dia memperlakukan aku. Bahkan aku merasa bisa menjadi diriku sendiri, dia memberiku kebebasan mengekspresikan seperti apaa sebenarnya aku. Aku merasa dia mencintai apa adanya aku, bukan menyuruhku menjadi sosok yang disukai kemudian baru dia mencintaiku. Aku pikir aku bisa mencintainya setelah apa yang dia lakukan untukku. Tapi ternyata cinta itu tidak bisa dipikir dengan logika... tapi hati.. Aku menyakitinya, meninggalkannya dan memilih untuk kembali ke cinta laki laki yang dulu ku anggap paling sempurna.

Aku kembali bersama laki-laki yang ku sebut senja, laki-laki yang paling indah yang ku anggap segalanya. Dia berubah, sangat berubah. Aku mulai di bawa masuk ke dalam mimpi-mimpinya. Dia mencintaiku, dan memperlakukan aku selayaknya wanita yang dicintainya. Semoga aku tidak mengulangi kebodohanku..

Minggu, Februari 05, 2012

Malaikat2 kecil itu....

 9 Januari 2011......
Pagi yang gerimis itu aku kembali menjadi "petualang yang nekat", hanya saja kali ini tujuanku jelas.. :D. Gerimis dan keringat membasahi langkahku pagi itu. Dengan menumpang mobil putih berwujud angkot aku berangkat menuju suatu tempat yang didiami banyak anak kecil lugu nan menggemaskan. Walau awalnya ragu, tapi aku tetap melangkah... Turun dari angkot ternyata masih ada perjalanan panjang yang harus ku tempuh dengan berjalan kaki. Ahhhh... maless... tapi pikiran itu sama sekali ga muncul pagi itu. aku terus berjalan... Dan ketika sampai, langsung saja ku cari kantor kepala sekolah di PAUD itu... Yaaa... singkatnya aku diterima menjadi salah satu guru di sekolah itu.....

10 Januari 2011.. aku langsung mulai bekerja..... Hari itu dan hingga kini, hidupku berubah. Dulu aku benci bangun pagi. tapi sejak mengenal malaikat2 kecilku itu aku jadi lebih semangat untuk bangun lebih pagi daripada mentari. 
Bunda sayang kalian nak...... :)