Jumat, Juni 29, 2012

Sapu Tanganmu..

Untuk pagi yang selalu pagi... Untuk fajar yang tak pernah bosan mendampingi embun..

Tadi aku nangis lagi ya.. terimakasih ya, sapu tanganmu telah mampu menghapus setiap tetes air yang mengalir dari mataku. Kau memang seperti doraemon, yang punya kantong ajaib yang bisa mengeluarkan apapun yang ku butuhkan.

Berbicara tentangmu saja, mulai membuatku tersenyum sendiri. Entah apa yang ada dalam dirimu, aku sulit mendeskripsikannya.


Kau yang tadi malam tiba-tiba mengambil bintang dari mataku , kau yang selalu saja bisa membuat aku tertawa , ahh .. kau memang segalanya buatku.. 


Sungguh... menjalani hari-hariku disini denganmu bagiku adalah sesuatu yang harus ku syukuri. Kehadiranmu selalu mampu mengobati setiap luka atau beban yang sedang ku tanggung. Dan satu lagi, kau  juga yang  mampu membuatku memiliki cita-cita yang segunung itu.. haha kau memang ajaib...


Aku tidak tau lagi harus seperti apa mengucapkan rasa syukurku atas dihadirkannya engkau dalam hari-hariku. Maafkan aku yang belum sempurna membalas kebaikan cintamu.. Aku selalu mengusahakan yang terbaik. Dan mulai berusaha menjaga perasaanmu, meskipun terkadang pertahananku menjaga hatimu runtuh karena galau yang aku tidak bisa menyimpannya lagi.

Maafkan untuk tulisan yang mungkin akan menyakitimu, selebihnya..... aku masih selalu belajar mencintai segala yang ada pada dirimu. Karena mencintaimu, membuatku mampu mendewasakan diri dan sikapku, membuatku semangat mengejar mimpiku... juga mimpi-mimpi kitaa.... 


"KAU BISA SAJA PERGI, TAPI KAU TIDAK AKAN BISA LEPAS DARI TANGGUNG JAWAB" itu yang selalu kau katakan... Dan ijinkan aku mengcopy kata-katamu ya.... "AKU BISA SAJA PERGI, TAPI AKU TIDAK AKAN BISA LEPAS DARI TANGGUNG JAWAB" tanggung jawab untuk melanjutkan apa yang sudah kita bangun.. ^_^

Aku selalu ingat ketika aku berjanji padamu, selama hidupmu, apapun akan ku lakukan untuk suatu senyuman, sebisa ku.. hingga matiku. 
Tapi apakah itu untuk selamanya?
Sementara keadaan telah berubah 180 derajat. Kau disana pasti mengira bahwa kita masih baik-baik saja. Tidak bii, kita tidak baik-baik saja. Tepatnya adalah karena aku yang tidak lagi mampu menjaga konsistensi janjiku. Aku yang merusaknya, dan aku masih terlalu pengecut untuk mengakuinya langsung kepadamu. Alasan pertamaku adalah aku sangat takut kehilanganmu.. sebab sebagian besar hatiku masih menyimpan cinta untukmu. cinta yang tak pernah mampu ku katakan pada mereka, cinta yang hanya bisa ku tahan sendiri. Alasan keduaku adalah karena aku takut melihatmu hancur. aku tidak sanggup untuk itu. Tapi bagaimana lagi, aku sudah terlanjur masuk ke zona yang salah. Aku tidak menemukan jalan keluar untuk itu. 
Kau tau, ambisi dan cita-citaku yang segunung itu yag membuatku tersesat.. Tapi aku masih belum sepenuhnya sadar bahwa aku telah tersesat dan terlalu jauh menghianatimu. Kau tau, aku merasa kita tidak memiliki masa depan, aku dan cita-citaku ada disini.. bukan disana, di tempat kau ada sekarang. Memang semua Tuhan yang menentukan, tapi akupun berhak merencanakan. Karena kau pun tau bagaimana jadinya jika hidup tanpa rencana. 
Aku memang pecundang yang sembunyi di balik segudang alasan itu, tapi sungguh... hatiku masih sama seperti hati wanita lain yang mungkin lebih suci dan jauh dari berkhianat. Aku masih bisa merasakan sakit untuk semua yang aku lakukan, terlebih jika aku membayangkan bagaimana hatimu saat ini. :'( , aku masih diam-diam menangis untuk itu... 
MAAFKAN AKUUUUUUUUUU...............