Rabu, Desember 28, 2011

(SekaLi lagi) Untuk Mas yang ku sebut Senja

Maaf... tak bisa ku tepati janjiku untuk datang Minggu ini (tiketnya abis mas). 
Kepulanganku jangan di nanti lagi ya, aku takut kamu lelah menanti..
Aku juga tidak akan merancang lagi pertemuan untuk kita, biar saja berjalan seperti adanya. 
Ga usah di atur-atur...

Selasa, Desember 27, 2011

Desember wishes.....

Semoga kelak, kau akan menemukan belahan jiwa yang akan melengkapimu menjadi utuh.. dan membuatmu bahagia. sebab akan ada seseorang yang akan bahagia melihatmu bahagia dan akan sedih melihatmu sedih.. dan seseorang itu, ku rasa kau tau...

*Untukmu blue....*

27 Desember' mu

Kamu...
sekejap mendekat
sekejap menjauh
sejenak ada lalu tiada

Mungkin seperti itulah kamu saat ini. Aku tau ini salahku, jadi aku tidak akan lagi memprotes hal itu, FAJAR...
Oya.. hari ini hari ulang tahunmu yg ke-24. bagaimana perasaanmu? bahagiakah? atau justru sedih karna tidak ada aku?. *semoga saja tidak..
Kau tau, sebenarnya aku sudah menyiapkan kado terindah untukmu. Jangan berpikir ini tentang barang mahal, atau apapun itu. aku menyiapkan seutuhnya hatiku untukku berikan padamu hari ini, sebagai kado di 24'mu. Tapi rupanya Tuhan belum mengijinkan aku memberikannya untukmu, kau justru memilih pergi disaat aku benar2 yakin akan memberikan seluruh hatiku untukmu.
Tapi ya sudahlah.. mungkin benar katamu, jika kau teruss bersamaku kau pasti akan merasakan sakit yang tak pernah ada ujungnya.

"Untuk 27 Desembermu... aku tidak tau cinta macam apa lagi yang harus ku berikan padamu. yang jelas mulai saat ini aku tidak akan mengusikmu lagi dalam bentuk apapun.. " Bahagia ya... :)

Selasa, Desember 20, 2011

Hadiah donk

Gak terasa, bulan depan aku ULTAH.. hihihiii...
Apa kamu tau, tidak ada hadiah yang lebih ku inginkan kecuali ini...
"bertemu denganmu (lagi)"

Akankah aku dapatkan hadiah yang paling aku inginkan ini di 21 Q?? . 
Ya Tuhaan...
Semoga bisa... :-)

Kehilanganmu lagi

Bagaimana kabarmu? sejenak kita seperti asing ya?.....
Ini sudah lebih dari 48jam kamu tidak menghubungiku seperti biasa ( terlalu lebay, baru 2 hari )
Tapi walau 2 hari, rasanya amat sangat berat menjalani hari tanpamu.
Memang, keberadaanmu selalu semu. Tapi sungguh, betapa kalimat singkat yang kau kirimkan lewat SMS yang sering ku bilang pelit itu mampu membuatku tenang...
Bagaimana tidak, dengan kita yang tak sesederhana dulu, yang kini ada tambahan jarak ratusan kilometer, sebuah SMS saja mampu membunuh rindu-rindu kecil yang terus menganak pinah.

Ahh kau tau, aku tidak akan memprotes kepergianmu. Karna bagaimanapun perginya kamu adalah murni seratus persen salahku. Salahku yang terus menghadirkan dia diantara kita. Walau sekeras apapun aku meyakinkanmu bahwa seluruh bagian dari hatiku masih utuh buatmu, sekeras itu juga kau menolak penjelasanku. Aku tidak menyalahkanmu untuk itu... 

Yang aku tau sekarang aku adalah bilangan kosong dalam catatan jurnalmu yang telah berlalu...sudah kau tutup jurnal-jurnal itu. Dan kemungkinan akan ada data nama lain dalam jurnal barumu.. ( curiga lagi ). 

Dan sudahlah.. aku mulai akan berpikir lebih rasional.. dengan mengatakan bahwa :
" Tak perlu saling menghapus air mata untuk sebuah kepergian. Kita hanya perlu tertawa
Menyimpan nya dalam kenang-kenangan yang akan kita rindukan
dan lusa ketika masa membawa sebentuk pertemuan
kita bisa kembali berpelukan tanpa pernah mengingat perihnya ucapan selamat tinggal"
(Entah sebagai apa tentunya... )

MuLai Menulis Lagi

Aku selalu bingung memilih kata yang terbaik untuk mengawali tulisanku. Aku selalu merasa buntu ketika tak ku temukan kalimat awal yang tepat, selalu begitu.. Mungkin itu sebabnya kenapa aku berhenti menulis akhir-akhir ini ( yah,,, walaupun itu salah satu alasan kecil dari sekian banyak alasan lainnya). Tapi malam ini aku ingin melepas rinduku untuk menulis. Entah sudah berapa lama aku tidak memberanikan diriku mengawali sebuah tulisan, mungkin aku terlalu sibuk, atau mungkin aku terlalu pengecut??.. Ahh, biarlah.. malam ini aku akan kembali menulis. Biar juga lah... kebingunganku menemukan kalimat awal untuk tulisanku malam ini justru kugunakan untuk mengawalinya.... (dengan sedikit keringat dingin, bingung nglanjutin nulis apa). 

Selama aku tidak menulis, aku merasa jiwaku beku. Kebekuan yang teramat, bahkan itu berpengaruh pada caraku mengahadapi masalah. Dulu ketika aku masih rajin menulis, rasanya setiap beban yang ku tanggung lebih terasa ringan. Berbeda jauh dengan saat aku terlalu malas menulis, aku merasa tidak ada tempat untukku sedikit berbagi beban. aku merasa lemah, merasa sendiri, dan merasa yang lain-lain yang aku sendiri bingung apa namanya.

Malam ini ditemani rangkaian semangat dari sang FAJAR, aku meyakinkan diri dan membulatkan tekad untuk terus belajar dan belajar mengembangkan hobby menulisku. Bismillah.... semoga aku bisa...

*Terimakasih untuk mas Zombie yang udah bangkitin semangatku.... :-)