Jumat, Juli 29, 2011

Karna kamulah FajarQ....

Malam ini secara sengaja aku membaca tulisan-tulisanmu yang kamu simpan di laptop milikmu. Tulisa-tulisan yang lebih sering menjadi teman dekatmu akhir-akhir ini. Dimana kamu bisa meluapkan semua perasaanmu padanya, bahkan aku merasa iri karna justru dia yang lebih dulu tau tentang isi hatimu. Ahh.. aku memang suka menulis, tapi baru kali ini aku iri pada sebuah tulisan..

Aku ingat betul apa yang ku baca tadi, hanya saja aku lupa kapan kamu menulisnya. Yang aku tau, ada banyak hal yang kamu ingin sampaikan padaku, hanya saja tak pernah sampai di telingaku. Tapi kamu tenang saja, malam ini mataku telah berhasil mengantarkan isi hatimu untuk masuk ke dalam hatiku.

Kamu bilang kamu iri padanya, laki-laki yang ku sebut SENJA. Kamu iri akan keindahannya, karna telah membuatku mau berlama-lama bersamanya. SENJA memang indah.... sangat indah, bahkan hampir semua orang menyukai SENJA. Keindahannya mampu mentramkan hati orang yang melihatnya, hingga banyak yang rela menunggu ia hadir, termasuk aku. Kamu tau, aku begitu mengagumi SENJA, aku begitu menginginkjan SENJA.. Tapi SENJA terlalu jauh untukku. Aku hanya setetes embun, iya ... setetes embun yang entah dapat bertahan atau tidak untuk bisa menikmati keindahan senja. Aku sang embun yang mulai putus asa karna tak pernah mampu benar2 menikmati ketentraman yang diberikan oleh SENJA. SENJA buatku hanya keindahan semu, ia tak pernah mau mengiringi kehadiranku. Bahkan dia terlalu angkuh untuk menatapku yang hanya setetes embun. Memang, SENJAku pernah benar-benar menjadi penyemangat untukku.. bahkan dia tak pernah lelah berjuang merebut hatiku, DULU... ya, hanya DULU...Lalu masihkah kau cemburu dengan hanya sesosok kata DULU. Kalaupun ia masih hadir di hidupku sekarang, tentu saja perannya sudah jauh berbeda dengan DULU. karna aku sadar, Embun tidak pernah membutuhkan SENJA, ....

Kau tau, sejak kehadiranmu aku justru membuka mata lebar-lebar. Bahwa masih ada keindahan lain yang tak kalah indah dari SENJA. Kamulah FAJAR'ku.. bukankah FAJAR akan lebih dekat dengan EMBUN, bukan kan FAJAR akan selalu setia mengiringi kehadiran EMBUN di pagi hari, dan bukankah FAJAR dan EMBUN akan selalu bersama-sama sampai Sang Pencipta yang berkehendak memisahkan mereka.

Buatku FAJAR adalah keindahan yang teramat istimewa yang Tuhan ciptakan untuk dinikmati orang-orang pilihan yang juga istimewa di mata Tuhan. Kau tau, hanya sedikit orang yang bisa menikamati keindahan FAJAR, hanya orang-orang yang benar-benar haus akan ketenangan sementara orang-orang yang lain sedang terbuai dengan mimpinya. Karna FAJAR hanya untuk orang-orang pilihan, ku harap aku termasuk orang-orang pilihan itu. Kamu FAJAR'ku, kamu laki-laki SEMBURAT FAJAR'ku... Laki-laki yang akan selalu menemaniku, mengiringiku, menjagaku, dan yang selalu bersamaku. Aku tidak butuh SENJA, sekali lagi aku tidak butuh SENJA..

Sebenarnya ada yang lain yang ku baca tadi, kira-kira seperti ini..
"jangan kamu khianati aku lagi, jika tidak ingin KEHILANGAN SEGALANYA dariku"
Apa kamu setega itu?? membiarkan aku sendiri...... Tapi jika sampai dimana LELAH'mu tak mampu lagi kau tahan dan kau ingin meninggalkanku, silahkan... 

Semoga kau menemukan embun-embun lain yang lebih jernih dan lebih berarti ketimbang aku. Hanya saja aku yakin, selama kamu masih merasakan sakit hati yang disebabkan oleh aku .. itu berarti aku masih ada di hatimu,, DI HATIMU..... 

"Ku mencintaimu lebih dari nyawaku
Bahagia kau pun dengan cintaku
Sepakat mengikat janji untuk saling melengkapi
Bagai fajar menjemput sang embun pagi"
(nukilan lirik lagu, kangen band )

Selasa, Juli 26, 2011

"untuk Mas yang ku sebut senja"


Maafkan aku. 
Cintaku bisa kusimpan untukmu selamanya. 
Tapi aku tidak bisa menolak kehadiran orang lain di hatiku. 
Bersamanya, aku merasa hidup kembali. 
Dia begitu gigih membangunkanku dari tidur panjang. 
Tidur dalam tanpa kutip tentu saja.

Apa kau inginmemakiku?
Silahkan saja mas...
Kau seharusnya tau, Cintaku untukmu sebenarnya amat besar
hanya simphoninya terbatas waktu dan terhalang jarak..
Kau mengerti maksudku mas....
Aku bukan tidak mau melepaskan masalalu. Aku hanya butuh waktu, hanya waktu. Tidak, tentu saja kau salah jika menganggap masalaluku hanya akan menyakitiku. Kau seharusnya tau, atau jika tidak tau seharusnya kau berusaha menyelidiki. Jika memang menurutmu masalaluku hanya kan menyakitiku, mengapa aku masih saja mempertahankan semua itu. Apa kau tidak pernah berfikir kenapa aku mempertahankannya? Jelas saja karena semua memang INDAH, dan bukannya menyakitkan seperti katamu ..
Tuhan....
Kenapa keadaan ini justru berbalik,
bukankah seharusnya dia yang berhak atas aku?
dan bukannya seseorang yang belum lama ini mengusik tempatnya di hatiku?

Tuhan..
Kenapa justru saat ini dia yang seolah-olah bersalah,
dia yang seolah menjadi pengganggu, 
padahal jelas sebelumnya, dialah yang lebih berhak atas hatiku..

Tuhan..
Arahkan aku lagi di tempat seharusnya aku berada,,
tolong posisikan hatiku di tempat yang tepat...
Jangan lagi Kau biarkan aku menyakiti mereka Tuhan....
Amin......

Terjadi lagi

Lagi-lagi seperti ini. Kau mengacuhkanku yang tepat berada di belakangmu malam ini, apa ocehanku sepanjang jalan tadi sama sekali tidak menggugah minatmu untuk kembali bercengkerama denganku seperti tadi, saat pertama kau mengajakku pergi.. Apa alasan kau diam masih tetap sama? karena dia? Apa dia masih menjadi masalah buat kita? Oh, BUKAN.. masalah buatmu tepatnya. Sampai kapan keadaan sperti ini akan terjadi.

Sayang, aku mengerti.. amat mengerti rasa cemburu dan sakit hatimu itu. Sungguh, aku tidak menyalahkan sikapmu. Hanya saja aku ingin membocorkan sedikit tentang apa yg kurasakan atas sikapmu itu. Semakin hari aku semakin merasa terkekang olehmu. Dan jujur, kenyamanan yang selama ini aku dapat darimu jelas dan nyata-nyata berkurang.

Apa kau tau, sikapmu yang seperti ini membuat aQ tersiksa. Aku tak lagi bisa merasakan kebahagiaan seperti yang pernah kamu berikan selama ini. Aku tidak memintamu untuk mengerti, karna aku sendiri tau... Kau pasti masih saja menyalahkan dia atas semua ini. Sekali lagi, disni akulah yang salah. 

Apa lebih baik aku mundur darimu, dan hidup dengan bayang-bayangnya saja? Jelas aku akan lebih tenang jika seperti itu, dimana kau dan dia sama-sama tak ada yang bisa memilikiku. Apa seperti itu yang kamu mau?????

Senin, Juli 25, 2011

❝Diakah Masalah kita??❞

Aku tersinggung ketika kamu mengatakan dialah masalah kita. Ada rasa tidak terima dalam hatiku. Bahkan aku sangat ingin memakimu sore itu, kenapa harus dia yang kau jadikan kambing hitam atas pertengkaran kita? bahkan atas sakit hati yang telah mampu mengalirkan sungai di matamu sore itu. Mengapa tak kau persalahkan saja aku!! Ya.. karna memang aku penyebab rumitnya kisah ini. Aku yang salah, karna tak pernah mampu memposisikan hatiku untuk benar-benar berdiri di hatimu, atau hatinya. Dan memang harus ku akui, meski kau dan aku begitu dekat (bahkan tak berjarak), tapi jauh di dalam ruang-ruang hatiku yang lain masih penuh sesak oleh cintanya. Cintanya yang tak pernah bisa di hapuskan oleh siapapun, termasuk kau...

Maafkan aku jika aku keliru menuangkan satu-persatu bahasa hatiku disini. Jika aku melukaimu lewat tulisan ini, dan jika lagi-lagi aku membuatmu merasa tersakiti olehku. Akupun merasa amat sangat terluka oleh sikapmu sore itu. Andai saja Aku di ijinkan mengerti kemauanmu, pastilah aku rela kau memintaku tak menghubunginya lagi. Tapi apa kau tau, permintaanmu sangat menyakitiku. Kau membunuhku perlahan...

Memang, sore itu aku menyanggupi dan bahkan berjanji untuk tak lagi berhubungan dengannya. Tapi apa kau tau, hatiku menjerit , sakiitttt.. Kenapa kau memaksaku, apa keegoisanmu memilikiku seutuhnya yang membuatmu berubah seperti ini.

Aku tidak setuju jika kau menyebut dia masalah untuk kita, aku amat tidak rela kau menyebutnya seperti itu. Karna memang semua bukan salahnya, semua salahku. Bahkan dalam hal ini, sebenarnya dialah yang paling terlua. Kau memang belum memahami keadaan yang sebenarnya, antara aku dan dia. Karna kau datang di saat aku masih bersamanya. Lalu pantaskah dia kau sebut masalah????????????

Melelahkan.....

Mungkin kamu tidak tahu, disaat kamu terbaring nyaman diatas pembaringanmu. Aku disini masih sedikit-demi sedikit mengingatmu. Perlahan-lahan batin dan ragaku terhenyak. Semua kejadian itu terlalu cepat.
Terlalu cepat terjadi.
Tapi juga terlalu bepat berakhir.
Senyumku tersungging menggantung.
Membaca tiap gram pesan-pesanmu selama ini. Kok, sepertinya tidak pernah ada artinya. Untukku dan untukmu.
Semuanya berjalan seirama dengan detak jantung kita. Namun jalan yang kita lalui teramat jauh bedanya.

Kamu mestinya memahami betul. Tak pernah ada permainan dalam cinta. Syahdunya mungkin terbatas waktu. Tapi tak pernah ada permainan.

Aku teramat memahami, atas semua kejenuhan yang kamu alami, terhadapku, keadaan kita. Tapi mestinya, jujur adalah pintu satu-satunya.
Sehingga saat kita melihat rumah kita berantakan karena badai yang lewat, kita dapat membenahinya kembali lagi. Lalu memperkuat tiang-tiang kasih yang dulu bangun.

Tapi tampaknya kamu yg tak peduli.
Keputusan telah dibuat. Kita berpisah begini adanya. Aku menyesal. Dan aku malu.

Menyesal aku memisahkan diri darimu. Meninggalkan rumah mungil masa depan kita yang beruntai asa.
Dan malu aku mengakui. Teramat aku jatuh dalam dasar rasamu. Yang membunuhku. Membuatku sulit mencinta lagi.

Tapi mungkin, aku yang belum terbiasa. Ditengah malam kurindukanmu. Tapi ditengah benderangnya bumi, kutepis jauh bayangmu. Melepasnya terbang. Dan aku, duduk bersimpuh dengan getir. Menanyakan pada dunia, akankah aku kuat menghadapinya.

Karena aku amat lelah.
Cukuplah untukku. Semuanya teramat jelas dan tepat. Hatiku kembali pada posisinya, tanpa pasangan. Dan dirimu bisa berlabuh pada pantai lainnya. Jangan mencoba berenang. Karena terlalu melelahkan.

Dan, jika suatu saat tiba-tiba kamu teringat aku. Tersenyumlah. Sebagaimana terekam memori kita yang tertawa bersama.

Maaf. Aku tak dapat menunggumu. Dan membiarkan hatiku terluka terus.
Aku harus beranjak. Darimu. Dan hidupmu.

Jumat, Juli 15, 2011

Untukmu...

Barisan kalimat ini tidak akan sampai kepadamu jika aku titipkan paka pos atau TIKI sekalipun, entah kenapa aku hanya mampu membubuhkan barisan bintang sebagai pengganti namamu, aku tak pernah sanggup menyebut namamu walau itu hanya melalui goresan tinta bahkan tanggalpun tak mampu aku tulis karena aku tak tahu sampai kapan aku bisa menulis kata yang cukup pantas untukmu.

Aku tak pernah bisa mendekripisikan fenomena apa yang terjadi dalam diriku, ratusan teori yang ku susun tak pernah bisa memberikan jawaban betapa suaramu saja mampu menghabisi kebaranianku:) Kalaupun Plato tidak membawa 1 rantingpun ketika dia berusaha mencari ranting terbaik karena dia merasa didepanya ada yang lebih baik untuk mendiskripsikan cinta tetapi aku tidak berani menyebut semuanya cinta meskipun aku yakin telah menemukan seseorang yang paling tepat untukku.

Yup aku tau sudah cukup alasan jika semua kalimatku seolah tak bermakna atau gombal, tetapi jujur aku tak mempunyai kalimat yang lebih baik dari semua ini, Jikalau memang ini cinta, biarlah menjadi cinta yang sesungguhnya bukan untuk menguasai tetapi memberikan harapan.
 
Dari
Aku yang akan tersenyum agar kau tersenyum
Aku yang akan menangis agar kau tersenyum

Kamis, Juli 14, 2011

Tiga yang selalu sesak

Bersamamu, aku bisa memiliki hubungan yang terarah. Mungkin aku akan lebih bisa mengontrol diriku menjadi sosok setenang kamu. Kamu mengajariku bagaimana agar aku bertahan dalam kepahitan hidupku. Kamu bahkan selalu mengada saat aku butuh, bahkan tanpa aku minta.

Tapi bersamanya aku merasakan gejolak yang meledak-ledak. Dia tak pernah selalu ada sepertimu , tapi ketiadaanya justru membuatku selalu dan selalu ingin merindukannya. Dia juga tidak pernah memperhatikanku seperti kamu memperhatikanku, dia membuatku selalu dan selalu harus berjuang untuk mendapatkan cintanya. Dan aku merasa lebih ekspresif bersamanya.

Seandainya aku tidak harus memilih antara kamu dan dia. Seandainya salah satu dari kalian yang memilih untuk pergi. Ku akui, hatiku tidak cukup luas untuk menampung cintamu dan cintanya...  Tiga memang selalu sesak...

Rabu, Juli 13, 2011

♥ ♥ ♥

Cintamu terlalu megah untuk ku tuliskan dalam secarik kertas sederhana, itu sebabnya aku sulit sekali menggambarkanmu dalam setiap tulisanku. kau ku sematkan di hatiku, juga di dalam doaku...◕‿◕