Aku bersyukur ketika aku bisa memilihmu untuk ada dalam masa kekinianku, aku bahagia dan aku berjanji pada diriku sendiri untuk tetap menjadikanmu satu-satunya tanpa menoleh lagi kepada dia yg ada di masalaluku. Aku pikir apa yang aku lakukan ini sudah cukup bisa meyakinkanmu. Tapi ternyata.....
Kau masih saja mengungkit masa laluku. mencurigaiku seakan-akan aku orang yang selalu salah dari dulu hingga sekarang. Dengan mudah kau marah tanpa alasan, cemberut dengan hanya satu kesalahan kecilku, terdiam ketika sebenarnya kamulah yang memulai membuatku sakit. Bahkan tangisku tak lagi kamu pedulikan. Aku memang pantas diperlakukan seperti ini, itu pikirku. Tapi hatiku menolaak, aku hanya ingin satu. Jika kau bisa menerimaku, terimalah aku yang sekarang tanpa embel-embel masalaluku. Tapi jikatidak, tolong jangan paksakan.. Aku pun sama sepertimu, punya hati yang bisa sakit dan perih.
Aku menangis sendiri tanpa kamu tau, aku menyesali kesalahanku yang membuat aku seperti inisekarang. Bahkan sekarang aku lebih sering memendam kepedihan sendiri tanpa berani menceritakan kepadamu, orang yang pundaknya selalu aku harapakan untuk bersandar.
Aku terima semua ini, aku akan bertahan sampai aku merasa babak belur sendiri. :'(
0 komentar:
Posting Komentar