Jumat, Desember 24, 2010

Aku Ingin Menulis

     Sejujurnya, menulis catatan harian adalah pengalaman yang masih asing bagiku. Bukan hanya karena aku belum pernah menulis sebelumnya, tetapi karena aku juga khawatir bila kelak ternyata tidak akan ada yang tertarik dengan tulisanQ. 

       Ahh, tapi biarlah, itu bukan masalah bagiku. Aku suka menulis, banyak hal yang terlampau menarik dan luar biasa dalam hatiku, akan aku tumpahkan lewat tulisan.

     Ku beritahu alasannya kenapa aku ingin menulis.. : "Karena aku tidak punya sahabat yang ku anggap pantas mendengar semua keluh kesahku.. " bukann.. bukan aku ingin tertutup dari mereka.. tapi bagiku Privasi tetaplah Privasi...

      Kuberitahukan juga apa yang bisa kalian ambil dari kegemaran menulis, menulis diary misalnya.. 
  1. Buku harian atau diary akan membantu kamu melampaui masa-masa sulit. Menulis buku harian bisa membantu disaat kamu sedih, merasa tidak di cintai, merasa tidak toleran, atau saat kamu merasa bodoh, sementara semua orang nyucuekin kamu. 
  2. Menuliskan rasa marah. Mengekspresikan rasa marah, harapan, ketakutan kecemburuan dalam bentuk tulisan bisa mecegah kamu menguburkan emosi dalam-dalam, yang bisa menyebabkan emosi itu sulit diraih kembali. Penggunaan huruf besar, tanda seru, atau kata-kata sifat saat menulis buku harian merupakan cara kamu berteriak tanpa harus membangunkan tetangga. 
  3. Buku harian layaknya ruangan yang dapat kamu datangi apabila kamu ingin mengenali keanehan dirimu dan menyendiri, tanpa perlu harus diawasi dan di sensor. 
  4. Buku harian bisa menjadi tempat yang aman untuk menyimpan khayalan tentang kemasyhuran, kakayaan dan cinta sejati, tanpa takut akan penolakan. Semua bentuk kahayalan kamu tersebut dapat membantu kamu memimpikan berbagai cara untuk meraih cita-cita yang bisa dicapai.
  5.  Jurnal atau buku harian bisa menjadi laboratorium bagi kamu yang memiliki kecerdasan di bidang bahasa. Inilah tempat para penulis muda mencoretkan gagasan mereka, yang mungkin menjadi novel, cerpen, kumpulan sajak, atau buku riwayat hidup.

Banyak penulis sukses yang mengangkat tulisannya dari buku harian. Stephen King, penulis cerita mesteri The Triller mengangkat kisah hidupnya dalam Stephen King on Writing. Buku ini mengisahkan masa-masa sulitnya saat awal meniti karir mejadi penulis. Muamar Emka, selain sukses dengan Jakarta Under Cover, buku berikutnya Red Diary yang diangkat dari kisah hidupnya juga sukses dipasaran. Pramudya Ananta Toer, menulis catatan harianya dalam Mengglinding. Film Mengejar Matahari, garapan Rudi Sujarwo juga merupakan hasil dari pengalaman hidupnya yang tertulis dalam buku harian, dan setelah film di putar, Mengejar Matahari dikemas menjadi novel yang diterbitkan Gagas Media.

So, nggak usah banyak ceng-cong dach! Kalau kamu pengin kemampuan menulismu meningkat. Mulailah dari hal yang kecil, mulailah dengan menulis buku harian, ini adalah satu cara yang paling mungkin kamu lakukan. Masa calon Penulis koq nulis buku harian saja males. Kalau begitu jangan harap kamu bakal jadi penulis beneran. Yang ada kamu akan selamanya berangan-angan menjadi seorang penulis. Hayo gimana?

Dari berbagai sumber

1 komentar:

Wiwin Juli mengatakan...

mbakk... tulisannya bagus...
malahan saya ingin copy salah satu tulisan ,mbak ttg pelangi2 itu,, hehe. semngatt,,
aku juga terbiasa menulis harian

Posting Komentar