Lagi-lagi seperti ini. Kau mengacuhkanku yang tepat berada di belakangmu malam ini, apa ocehanku sepanjang jalan tadi sama sekali tidak menggugah minatmu untuk kembali bercengkerama denganku seperti tadi, saat pertama kau mengajakku pergi.. Apa alasan kau diam masih tetap sama? karena dia? Apa dia masih menjadi masalah buat kita? Oh, BUKAN.. masalah buatmu tepatnya. Sampai kapan keadaan sperti ini akan terjadi.
Sayang, aku mengerti.. amat mengerti rasa cemburu dan sakit hatimu itu. Sungguh, aku tidak menyalahkan sikapmu. Hanya saja aku ingin membocorkan sedikit tentang apa yg kurasakan atas sikapmu itu. Semakin hari aku semakin merasa terkekang olehmu. Dan jujur, kenyamanan yang selama ini aku dapat darimu jelas dan nyata-nyata berkurang.
Apa kau tau, sikapmu yang seperti ini membuat aQ tersiksa. Aku tak lagi bisa merasakan kebahagiaan seperti yang pernah kamu berikan selama ini. Aku tidak memintamu untuk mengerti, karna aku sendiri tau... Kau pasti masih saja menyalahkan dia atas semua ini. Sekali lagi, disni akulah yang salah.
Apa lebih baik aku mundur darimu, dan hidup dengan bayang-bayangnya saja? Jelas aku akan lebih tenang jika seperti itu, dimana kau dan dia sama-sama tak ada yang bisa memilikiku. Apa seperti itu yang kamu mau?????
Apa lebih baik aku mundur darimu, dan hidup dengan bayang-bayangnya saja? Jelas aku akan lebih tenang jika seperti itu, dimana kau dan dia sama-sama tak ada yang bisa memilikiku. Apa seperti itu yang kamu mau?????
0 komentar:
Posting Komentar