Di malam yang hampir habis ini aku menulis, ditemani secangkir teh hangat yang mengepulkan namamu , "laki-laki tertinggi yang datang dengan petikan gitar".
Menulis adalah pengorbanan. Di mana aku mengorbankan kantukku demi secarik imaginasi yang tak rela untuk menjadi basi. Mengelana pikir meski lelah setelah bergerak bersama sang terang dan rutinitas. Namun, pengorbanan itu begitulah. Aku tak kan mengitung waktu yg habis. Hanya lega karna imaginasi yg terlayani, terlebih imaginasiku tentangmu..
Secangkir teh yang mengepulkan namamu, ku tuang dengan rindu yang membuncah pada sosokmu. Ahh, aroma teh itu.... menjelma wangimu yang kuhirup disuatu senja itu...
Pada secangkir teh hangat, pada kantuk yang mendarat di notebook pink'Q... Aku menemukanmu, dan ku sampaikan salam rindu untukmu.. Kapan kita ngeteh bersama lagi?
Sabtu, Januari 07, 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar