Mungkin benar.. itu yang sedang ku alami.. :-(
"Rasanya ingin mendengar tawanya detik ini, namun ketika ia larut bersama diamnya.. apa yg bisa ku lakukan??"
Aku belajar untuk melepaskan dia dari benak, sedikit demi sedikit.. meskipun dalam alam bawah sadarku sendiripun mulai tunduk dan menyerah pada senyumnya.
tak perlu kata untk membuat dia tau, bahwa dia akan tetap ada meskipun nyatanya aku dan dia tak punya cerita..
maka aku menarik diriku, untuk kembali menjadi aku yang dulu, sebelum metafora dan analogi kami tercipta..
bukan berarti aku berhenti..
bukan berarti aku menjauh pergi..
hanya saja, aku belajar untk tidak menjadikan dia obsesi dan menjadi buta. toh aku ataupun dia sudah sama2 dewasa untk sekedar membaca apa yg tersirat.

0 komentar:
Posting Komentar