Ketika akhir sebuah perjalanan akan menjadi awal perjalanan yang lain, dan sebuah perpisahan akan menjadi pertemuan dengan sesuatu yang baru.
Bukan hati ini tak sakit, bukan hati ini tak hancur, bukan juga aku tidak peduli akan diammu, ini hanya sebuah kepasrahan hati yang tumbuh atas dorongan rasa ingin membuatmu bahagia. Kau pun tau, ruang memisahkan cinta kita. Aku sungguh paham bagaiman hatimu disana, sepi, sendiri, hampa tiada cinta.. Sebab itu juga yang ku rasakan.
Sayang, sebelum ini kita begitu yakin akan kemampuan kita bertahan. Tapi begitu banyak sandungan yang melengkapi lika liku perjalanan cinta kita. Jujur aku mulai ragu, ragu apakah kita mampu bertahan. Kau tahu aku begitu menyayangimu, dan karna rasa itu pula hatiku terdorong untuk membebaskanmu dari hubungan yang ku tahu membosankan ini. Hubungan jarak jauh yang banyak menyita waktu dan hati kita.
Aku pun pasti akan merindukan saat-saat di mana diriku masih bisa berlindung di balik cintamu yang megah ini, ketika kelak aku harus berjuang sendiri, dengan tanggung jawabku sendiri. Sayang, diammu saat ini sungguh menyiksaku. Kau membuatku sakit ketika kau tak peduli dengan hari ulang tahun ku, hari spesial ku.. " kau tak ada.. kau masih dalam kemarahanmu." Sungguh, hal itu membuatku berpikir, benarkah ada cinta untukku?. Jika benar, mengapa tak sedikitpun kau berikan cintamu di hari itu, dimana cintamu saat itu? diamana kamu saat aku lelah menanti satu kata darimu, iyaaaa... hanya di hari itu. dan ku tahu , kau pasti mengerti bagaimana rasanya di cuekin pada hari spesial.
Kini biarlah kisah ini mengakir sini, keyakinanku tetap sama. Cinta akan tahu jalan pulang, Jika memang kau untukku, ku yakin kau kan hadir lagi menemaniku. Silahkan nikmati diammu saat ini, akupun akan menikmati keceriaan yang kubangun di atas hati yang rapuh ini..
0 komentar:
Posting Komentar